Manusia boleh dibilang makhluk yang memiliki akal budi yang secara harfiah dapat melakukan suatu kebajikan dan memanusiakan manusia. Bahwasannya manusia merupakan makhluk sosial yang seharusnya dapat saling membantu gotong royong terutama dalam lingkungan masyarakat untuk menciptakan ketertiban dan keamanan satu sama lain. Saling memberikan kasih sayang dan rasa mengerti untuk masyarakat yang berdikari.
Namun, terkadang manusia itu egois hanya memikirkan kepentingan pribadinya tanpa memikirkan kepentingan bersama, manusia tidak sadar akan apa yang diberi bukannya untuk bersama dan dapat memberikan kemanfaatan tetapi begitu serakahnya tanpa mempedulikan orang lain. Apalagi dalam ranah politik pasti banyak sekali gejala yang akan ditimbulkan, terlebih hanya kepentingannya saja yang difikirkan. Tidak mempedulikan rasa sisi kemanusiannya sebagai manusia yang katanya mempunyai adab dan moral tetapi kelakukannya berbanding terbalik dengan yang dilakukannya. Sampai-sampai dalam tahapan pemilu yang notabene merupakan hajat seluruh warga negara yang ikut berpartisipasi sebagai pemilih terkadang akhirnya ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan dalam prosesi pemilu yang akan dilakukan, calon yang bertarung akan habis-habisan dalam rangka memenuhi kepentingannya dalam pemilu tersebut. Bisa memberikan isu sara, agama, bahkan dapat memberikan ancaman misterius kepada calon lawan dan pendukung nya. Sehingga yang terjadi dapat memecah belah masyarakat terutama bagi yang terdampak langsung oleh seperti itu. Sehingga akan terjadi dikotomi dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam sosial-politik di dalam masyarakat. Yang terjadi seperti ujaran kebencian, berita hoax ada dimana mana, banyak terjadi permusuhan, sampai-sampai efek yang ditimbulkan akan berubah menjadi bahaya laten yang akan merubah sendi kehidupan dalam masyarakat.
Dewasa ini kita tahu praktek intoleransi begitu menjamur didalam masyarakat. Banyak hal kaitannya intoleransi muncul karena faktor sosial-politik yang mana terjadi didalam waktu yang singkat tetapi efek yang ditimbulkan akan sangat panjang. Intoleransi akan menggrogoti akal, fikiran, dan moral manusia yang dapat merusak jalan kemanusiaan manusia sebagai makhluk yang berbudi. Karena hal tersebut merupakan sebuah penyakit masyarakat terutama dikaitkan dengan hati nurani yang seharusnya dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial. Di sisi lain, peran pemerintah dalam ikut campur menengahi masalah intoleransi sangatlah vital, karena merupakan aktor yang seharusnya berperan besar dalam penanggulangan intoleransi yang terkadang muncul tidak hanya dari unsur masyarakat tetapi dari elit politik yang membuat seperti itu. Ini terjadi, karena elit politik dalam perkembangannya sangat berpengaruh besar, terutama atas gejala yang terjadi didalam masyarakat. Dan terkadang kita hanya menjadi kepanjangan tangan elit politik yang seakan bermain semaunya sendiri. Maka dari itu kita harus tetap waspada dan berani mengeluarkan pendapat karena negara kita negara demokrasi. Bukankah seperti itu?.
Mas ku anak politik..hhhh..keren"
BalasHapusMas ilman emang joss
BalasHapus