Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Individualisme dan Negara Kesejahteraan

Pelayanan publik yang dilaksanakan di tiap negara mempunyai ciri khas dan keunikan masing-masing. Hal itu dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti ideologi politik, sistem pemerintahan, maupun kondisi ekonomi yang ada di negara tersebut. Banyak negara yang melakukan sebuah inovasi pelayanan publik dengan menyesuikan dengan kondisi perkembangan zaman. Apalagi di negara-negara skandinavia khususnya di finlandia menjadi bahasan yang cukup menarik untuk di ulik mengenai kesejahteraan dan pelayanan yang dilakukan oleh negara untuk masyarakat. Negara kesejahteraan dapat menghancurkan legitimasinya sendiri dalam prosesnya. Seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan taraf hidup, nilai-nilai individualis semakin menonjol, di saat yang sama keengganan untuk membiayai program-program kesejahteraan bagi kelompok-kelompok yang terpinggirkan juga meningkat. Negara berperan besar terdapat kesejahteraan masyarakat melalu program-program yang menyasar kalangan masyarakat seperti kalan...

Katanya Merdeka

     "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan". Setiap kita dengar penggalan pembukaan UUD 45 tersebut banyak berfikir apa arti sebenarnya. Di bulan kemerdekaan ini seperti biasa dimeriahkan oleh berbagai agenda dan kegiatan yang mewarnai seluk beluk merah putih. Perjuangan para pejuang menjadi titik balik mengingat memori-memori semangat yang terurai dalam setiap langkah perjuangan. Membekas, tertanam, dan menancap dalam di sanubari hati.            Masyarakat mempunyai peran sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam menggerakan setiap langkah kemerdekaan. Kemerdekaan yang disertai kemudahan dalam berpartisipasi dan menyampaikan pendapat sangat diharapkan oleh semua kalangan. Tetapi, ada kalanya merdeka itu hanya sebatas suara dan n...

Problem dan Konflik Rasisme di Indonesia (Isu Rasisme Etnis Tionghoa)

  Kerusuhan Mei 1998 merupakan masa kelam bangsa Indonesia dan dunia. Kejadian tersebut merenggut lebih dari seribu jiwa penduduk keturunan Tionghoa di Indonesia dan merusak ribuan rumah dan toko yang dimiliki keturunan Tionghoa di Indonesia, dan lebih dari seratus wanita keturunan Tionghoa diperkosa dalam beberapa hari selama tragedi itu berlangsung. Aksi tersebut tentunya menyita perhatian yang cukup besar terutama dalam kancah perpolitikan yang ada di Indonesia. Hal ini ini merpakan salah satu bentuk respon dari adanya krisis moneter dan finansial yang melanda Indonesia pada saat itu. Kejadian tersebut berubah dengan cepat secara drastis menyasar secara ekonomi maupun sosial budaya masyarakat. Apalagi dengan adanya isu rasisme yang dilakukan oleh pemerintah orde baru secara struktural berpengaruh terhadap pola kegiatan sosial masyarakat yang terjadi. Kerusuhan anti-Tionghoa pada Mei 1998 mengguncang Indonesia. Tragedi tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia a...